Jumat, 13 Mei 2016

Menyulap Genteng Menjadi Alat Musik

TEMPO.CO Majalengka - Genteng dijadikan alat musik? Mungkin kita baru mendengarnya. Biasanya, genteng hanya digunakan sebagai alat peneduh rumah.

Tetapi masyarakat Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, bisa 'menyulap' genteng menjadi alat musik. Sabtu, 3 November 2012 lalu, mereka membuat genteng mampu menghasilkan bunyi-bunyi yang merdu. Saat itu, sekitar 1.500 orang dari berbagai usia berkumpul di bekas pabrik gula Jatiwangi, Majalengka.

Mereka terdiri dari siswa Sekolah Dasar di 16 desa di Kecamatan Jatiwangi, siswa SMP dari 5 sekolah, siswa MAN, guru-guru se-kecamatan Jatiwangi, pamong desa, ibu-ibu PKK, karang taruna, camat, polsek, koramil dan berbagai unsur masyarakat lainnya.

Masing-masing memegang sebuah genteng lengkap dengan stiknya. Setelah dikomandai, secara serempak mereka memukulkan stik ke genteng. Setiap orang menyesuaikan pukulan ke genteng sesuai dengan petunjuk sebelas instruktur yang disiapkan.

Ketua panitia, Beben Nurberi menjelaskan harmonisasi ketukan bisa tercapai sehingga menghasilkan rampak 1.500 perkusi genteng karena mereka sudah berlatih selama 2 minggu. "Latihan dilakukan di tiap unsur penabuh secara terpisah dengan jadwal pagi, siang dan sore hari," katanya. Latihan didampingi oleh sebelas instruktur perkusi.

Diselenggarakannya rampak 1.500 perkusi, menurut Beben, mereka ingin memperlihatkan di Kabupaten Majalengka, khususnya Jatiwangi, memiliki potensi tanah liat. Tanah liat inilah yang kemudian dijadikan genteng. "Karenanya tak heran hingga kini Jatiwangi dikenal sebagai daerah pemasok genteng berkualitas tinggi di Indonesia," katanya.

Tidak cukup rampak 1.500 perkusi genteng, yang rencananya akan dicatatkan dalam museum record Indonesia (MURI), hingga 17 November mendatang diadakan juga berbagai kegiatan dalam rangkaian acara Ceramic Music Festival. Mulai dari pameran keramik di Galery Jaf Jatiwangi, seminar musik dan lokalitas. 
Festival ini menghadirkan seniman musik dan keramik asal Amerika, Singapura dan Indonesia. "Mereka tinggal bersama dengan warga dan berkolaborasi membuat karya seni musik keramik, alat dan lagu.
sumber : Tempo.co

Kamis, 12 Mei 2016

Bata Merah

Bata merah merupakan salah satu jenis bahan dasar pembangunan rumah yang sudah sangat umum digunakan di Indonesia, dari zaman dulu hingga zaman modern seperti saat ini bata merah memang sudah menjadi salah satu bahan wajib di dalam membangun rumah. Cukup bisa dimaklumi, bata merah masih lebih banyak digunakan daripada bata ringan atau batako press, karena selain sudah teruji kekuatannya, mendapatkan jenis material ini pun tidak susah.
Bata merah yang dimaksud adalah bata yang dibuat dari tanah yang dicetak kemudian dibakar dengan suhu tinggi sehingga menjadi benar-benar kering, mengeras dan berwarna kemerah-merahan. Tanah yang digunakan pun bukanlah sembarang tanah, tapi tanah yang agak liat sehingga bisa menyatu saat proses pencetakan. Karena itulah, rumah yang dindingnya dibangun dari material bata merah akan terasa lebih nyaman dan adem. Selain lebih kuat dan kokoh serta tahan lama, sehingga jarang sekali terjadi keretakan dinding yang dibangun dari material bata merah. Selain itu Material ini sangat tahan terhadap panas sehingga dapat menjadi perlindungan tersendiri bagi bangunan Anda dari bahaya api.
  • Batu bata merah dibuat dari tanah liat yang dicetak, kemudian dibakar. Tidak semua tanah lihat bisa digunakan. Hanya yang terdiri dari kandungan pasir tertentu.
  • Umumnya memiliki ukuran: panjang 17–23 cm, lebar 7–11 cm, tebal 3–5 cm.
  • Berat rata-rata 3 kg/biji (tergantung merek dan daerah asal pembuatannya).
  • Bahan baku yang dibutuhkan untuk pasangan dinding bata merah adalah semen dan pasir ayakan. Untuk dinding kedap air diperlukan campuran 1:2 atau 1:3 (artinya, 1 takaran semen dipadu dengan 3 takaran pasir yang sudah diayak). Untuk dinding yang tidak harus kedap air, dapat digunakan perbandingan 1:4 hingga 1:6.
Sumber : wikipedia.org

Abadi Cealing Brick / Dak Keraton

Ceiling Brick Abadi Keramik Komposit Beton

Bahan Dasar Dak Keraton (Keramik Komposit Beton)

Keraton ini terbuat dari tanah liat (keramik) yang di buat dengan cara di extrude sehingga berbentuk menyerupai kubus dengan lubang-lubang dibagian tengahnya.
Keramik ini mempunyai rongga yang diperhatikan secara seksama menyerupai huruf “V”. Bila sudah terpasang nanti, rongga “V” ini seakan-akan menumpu beban yang ada di atasnya. Untuk membuat plat keraton ini dirangkai dan direkatkan dengan beton.
Untuk memperkuat strukturnya, keraton juga diberi tulangan baja yang diletakkan di keempat sisinya dan kemudian dicor dengan beton. Pemberian tulang dilakukan dengan penulangan searah. Ini karena tulangan hanya dikaitkan dengan dua balok yang berhadapan.

Asal Dak Keraton (Keramik Komposit Beton)

Dak Keraton lahir atas kerjasama beberapa negara di Eropa (Jerman dan Belanda) sekitar seratus tahun yang lalu. Kemudian teknologi material ini dibawa ke Indonesia melalui proyek Bantuan Teknis Pembangunan Industri Bahan Bangunan yang diawasi oleh UNIDO/UNDP (PBB Project INS/740/034).
Pada proyek penelitian yang berlangsung sekitar tahun 1977, Dak Keraton diteliti penggunaannya pada sebuah rumah contoh di Puslitbangkim Cipta Karya Pekerjaan Umum. Aplikasi material pada penelitian ini merupakan pengembangan dari Ir. Emon Sulaiman (Alm) dan Nasan Subagia. Kemudian dikembangan lagi dengan modifikasi model oleh Ir. Judadi tahun 1984. Setelah itu pada tahun 1990, oleh Ir. Bambang Mursodo dikembangkan lagi modifikasinya.

Keuntungan menggunakan Dak Keraton (Keramik Komposit Beton)

1. Bobotnya lebih ringan
(sekitar 130-150 kg/m2) dibandingkan dengan beton (sekitar 288 kg/m2).
Ini karena Keraton memiliki rongga didalamnya dan material pembentuknya adalah tanah liat. Bobot yang ringan ini menyebabkan beban strukur yang didukung oleh kolom bisa dihemat. Selain itu, menurut Ir. Bambang Mursodo, keuntungan bobot yang ringan akan memperkecil gaya gempa yang diterima oleh stuktur bangunan.

2. Ekonomis
Dibandingkan dengan beton.
Dak beton dibentuk dari pasir, batu pecah dan semen kemudian diberi tulangan baja. Bila menggunakan keraton, maka pemakaian beton dapat dihemat hingga 60%. Ini karena pengecoran beton hanya dilakukan pada lapisan diatas keraton (setebal 1-3cm) dan celah antara satu keraton dengan keraton lainnya. Tulangan baja yang digunakannya pun juga lebih sedikit karena menggunakan sistem tulangan searah.

3. Cepat
Bila menggunakan beton, plat/dak lantai harus diberi bekisting untuk menahan cetakannya. Sedangkan dengan keraton anda tidak perlu menggunakan cetakan dan bekisting dalam jumlah yang banyak. Bekisting hanya diletakkan pada ujung tumpuan balok. Karena keuntungan ini, anda dapat membuat plat/dak beton tanpa harus membongkar atap rumah keseluruhan terlebih dahulu. Tidak hanya itu, bila rumah anda dibangun dari awal dengan menggunakan bekisting yang minim, pekerjaan finishing di lantai bawah dapat segera diselesaikan tanpa harus menunggu selesainya pembuatan plat/dak beton di atasnya.

4. Isolator
Rongga didalam bata keraton ini juga memberikan keuntungan tambahan yaitu dapat meredam panas dan bunyi karena berfungsi sebagai isolator.
Dengan beragam keuntungan yang akan menghemat anggaran membangun atau merenovasi rumah Anda, keraton ini dapat digunakan sebagai alternatif bahan untuk membuat plat/dak lantai beton yang ekonomis dan cepat

Genteng Abadi

Genteng Abadi Genteng Keramik Teknologi Italy


Genteng Abadi adalah Genteng Jatiwangi yang proses pembuatannya menggunakan teknologi Modern, sehingga hasilnya lebih presisi dan warna lebih merata karena pembakarannya menggunakan Gas.
Genteng abadi Genteng dengan standar export karena telah menembus pasar pasar internasional diantaranya  :

1. Singapura
2. Malaysia
3. Eropa
4. dll

Berikut jenis-jenis Genteng Produksi Abadi yang Terkenal :

Genteng Fidesenne Abadi
Spesifikasinya :

Panjang Body : 40 cm 
Lebar Body : 26 cm 
Panjang Efektif : 32 cm 
Lebar Efektif : 21 cm 
Berat : 3,3 kg
Jarak Reng : 32 cm
Sistem Sambungan : Double Interlock 
Bahan Dasar Body : Keramik Tanah Liat
Isi Per M2 : 14.5 buah 
Ukuran Reng : 3 X 4 cm (minimal) 
Jarak Usuk : 40 cm S



Spesifikasinya :

Panjang Body : 40 cm 
Lebar Body : 26 cm 
Panjang Efektif : 32 cm 
Lebar Efektif : 21 cm 
Berat : 3,3 kg
Jarak Reng : 32 cm
Sistem Sambungan : Double Interlock 
Bahan Dasar Body : Keramik Tanah Liat
Isi Per M2 : 14.5 buah 
Ukuran Reng : 3 X 4 cm (minimal) 
Jarak Usuk : 40 cm S

Spesifikasi
Panjang Body : 41 cm
Lebar Body : 26 cm
Panjang Efektif : 34.5 cm
Lebar Efektif : 20 cm
Jarak Reng : 35.2 cm
Sistem Sambungan : Double Interlock
Bahan Dasar Body : Keramik Tanah Liat
Berat : 3.4 kg
Isi Per M2 : 14.5 buah
Ukuran Reng : 3 X 4 cm (minimal)
Jarak Usuk : 40 cm
Sudut Kemiringan Minim : 300 tanpa aluminium foil


Spesifikasi

Panjang Body : 34 cm
Lebar Body : 33 cm
Panjang Efektif : 27,2 cm
Lebar Efektif : 26 cm
Jarak Reng : 27 cm
Sistem Sambungan : Interlock Multifungsi
Bahan Dasar Body : Keramik Tanah Liat
Berat : 3,4 kg
Isi Per M2 : 14 buah
Ukuran Reng : 2 X 3 cm (minimal)
Jarak Usuk : 40 cm
Sudut Kemiringan Minim : 300 tanpa aluminium foil

Proses Pembuatan Genteng Jatiwangi


Video Proses Pembuatan Genteng Jatiwangi



0853 5202 5900